banner
banner

Galian C Ilegal Biang Kerusakan Lingkungan di Mojokerto?

Kerusakan Lingkungan
JARING ASPIRASI: Kegiatan diskusi terkait kerusakan lingkungan di Pendopo Majatama, Kabupaten Mojokerto, Senin (2/2/2026) siang. (Foto: KS/Harun)
banner

Klik9.co.id – Dalam upaya melestarikan lingkungan melalui DLH, Pemkab Mojokerto mengundang masyarakat juga pegiat lingkungan hidup, dan pemangku kepentingan terkait, untuk menjaring aspirasi di Pendopo Majatama, Kabupaten Mojokerto, Senin (2/2/2026) pagi. Sebagai wilayah yang memiliki sejarah panjang, juga kekayaan alam, pelestarian alam, merupakan hal vital di Bumi Majapahit ini. Namun memiliki potensi besar kerusakan lingkungan.

Kegiatan bertajuk “Festival Aspirasi Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Revitalisasi Ekosistem Bumi Majapahit: Menghimpun Aspirasi Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan dan Keseimbangan Alam Berkelanjutan” tersebut, hadir Muhammad Habibur Rochman, anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi lingkungan hidup.

Example 300x600

Sejumlah narasumber hadir, di antaranya Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM), Ahmad Heryawan, sekaligus membuka acara. Dalam pesannya, ia menyampaikan bahwa terkait energi, sampai saat ini terdapat temuan, energi pengganti. Misalnya BBM ke tenaga listrik.

READ  Terima Audiensi PWMR, Bulog Mojokerto: Stok Beras 6 Bulan

Namun terkait sumber daya air, dan kerusakan lingkungan, juga pangan. Hal ini tak bisa dianggap enteng karena terkait kelangsungan hidup manusia. Makanya upaya mencegah kerusakan lingkungan menjadi penting dan mendesak, agar mencegah banjir, longsor dan bencana alam lainnya.

Sementara Teguh Sunarko, Sekdakab Mojokerto, dalam kesempatan itu membacakan sambutan Bupati Albarraa, karena adanya kegiatan yang bersamaan.

Melalui kegiatan ini, Gus Bupati berharap dapat masukan dari masyarakat dalam hal melestarikan lingkungan.

“Kabupaten Mojokerto dianugerahi kekayaan luar biasa, seperti tanah subur, alam yang indah. Namun kalau tidak dijaga dengan baik pelestarian lingkungan. Maka, bencana senantiasa mengintai. Apalagi Mojokerto juga merupakan daerah tinggalan Majapahit, yang memiliki peradaban tinggi pada eranya,” lapar Teguh.

READ  Turnamen Mini Soccer PWMR 2026 Digelar Siang Ini

Dalam diskusi, juga hadir pimpinan Dinas Pariwisata, dan Lingkungan Hidup. Sehingga masyarakat yang hadir diwakili LSM, dan pegiat lainnya.

Salah satu hal yang menjadi sorotan di Kabupaten Mojokerto, adalah maraknya tambang ilegal, galian C. Sementara proses reklamasi juga tidak jadi perhatian. Sehingga daerah Mojokerto ini rawan bencana longsor, banjir dan pohon tumbang oleh angin kencang.

Mewakili LSM, Machradji menjelaskan dengan berapi-api, bagaimana tambang ilegal, menyebabkan kerusakan lingkungan. Dan juga miliaran PAD hangus begitu saja. “Kalau pernyataan saya, salah, siap dipanggil DPRD dan dihukum, bahkan ‘ditembak’,” ujarnya penuh semangat, disambut tepuk tangan hadirin. (har)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page