SURABAYA, Klik9.co Liga Progresif season 4 resmi bergulir mulai Sabtu Minggu, 9-10 Mei 2026 kemarin di Lapangan ABC Komplek GBT, Pakal, Surabaya. Kompetisi ini menggelar kelompok usia U13, U-15 dan U17. Sehingga membuktikan pembinaan akar rumput di Kota Pahlawan terus hidup dan bergerak menuju sistem lebih profesional.
Eksistensi Liga Progresif edisi keempat ini, hadir membawa pesan berbeda, di tengah sorotan pembinaan usia dini pada kompetisi nasional PSSI yang stagnan, dan tidak konsisten. Bukan kompetisi, namun bersifat turnamen. Ini jelas kurang menit bermain.
Pada musim ini, Liga Progresif, sebanyak 28 klub dan sekolah sepak bola (SSB) ambil bagian dalam kompetisi. Atmosfer pembukaan berlangsung kompetitif sejak kickoff pertama dimulai.
Pada laga pembuka, di hari Sabtu, Farfaza menghadapi New Star Salam (NSS) di kategori U15. Sementara kelompok U13 mempertemukan Gartifa kontra Elfaza, serta kelompok U17 menghadirkan duel Maestro melawan Bintang Utama.
Tak sekadar turnamen biasa, Liga Progresif 4 membawa misi besar pembinaan usia muda dengan pendekatan yang lebih tertata.
Dan salah satu terobosan paling mencolok musim ini adalah penerapan sistem fingerprint bagi seluruh pemain peserta sebagai bagian digitalisasi identitas pemain.
Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa kompetisi pembinaan di level akar rumput mulai berbenah serius untuk menekan potensi manipulasi usia sekaligus meningkatkan profesionalisme kompetisi.
Koordinator Liga Progresif, Coach Emil, menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar mengejar trofi, melainkan ruang pembentukan karakter dan mental pemain muda.
“Alhamdulillah, kami selaku panitia akan terus konsisten dalam pembinaan. Motto kami jelas, proses harus lebih utama dibanding hasil pertandingan. Liga ini kami harapkan menjadi tempat lahirnya talenta-talenta muda sepak bola sekaligus membangun sportivitas dan kepatuhan terhadap perangkat pertandingan,” ujarnya.
Pembukaan Liga Progresif season 4 juga mendapat dukungan penuh dari berbagai stakeholder mulai Disbudporapar Kota Surabaya, PSSI Surabaya, BPJS Ketenagakerjaan Juanda, hingga RS Ubaya yang selama empat periode terakhir menjadi penopang utama sektor kesehatan pertandingan.
Exco PSSI Surabaya sekaligus Ketua PS Mitra, Abdullah, menegaskan Liga Progresif merupakan kompetisi yang mengantongi rekomendasi PSSI Askot Surabaya.
Ia juga memberi penghormatan kepada Pemerintah Kota Surabaya yang dinilai konsisten membuka akses fasilitas olahraga bagi pembinaan usia dini.
“Kompetisi ini legal dan sah karena mendapat rekomendasi resmi PSSI Askot Surabaya. Dukungan Disbudporapar Surabaya melalui penggunaan Lapangan ABC menjadi bukti nyata perhatian terhadap pembinaan sepak bola usia muda,” tegas Abdullah.
Menurutnya, keberlangsungan Liga Progresif menjadi penting di tengah banyaknya kompetisi usia dini yang muncul tanpa sistem pembinaan jelas. Karena itu, konsistensi kompetisi menjadi kunci utama menjaga regenerasi pemain muda Surabaya tetap berjalan.
Dengan kombinasi kompetisi berjenjang, dukungan stakeholder, hingga penerapan digitalisasi pemain, Liga Progresif, kini mulai dipandang bukan hanya sebagai ajang pertandingan mingguan, melainkan laboratorium pembinaan sepak bola muda Surabaya menuju level yang lebih modern dan kompetitif. (*/Alup)





















