banner
banner

Wali Kota Eri Ajak Warga Perkuat Silaturahmi pasca Lebaran

Waspadai Urbanisasi

Logo Klik9 Orisinil Ikon
Wali Kota Eri
Sholat Idul Fitri 2026 di halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu pekan (21/3) kemarin. (KS/Kominfo)
banner

SURABAYA, Klik9.co.id – Wali Kota Eri Cahyadi mengajak warga memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan kewaspadaan lingkungan pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban kota, terutama dalam mengantisipasi arus urbanisasi setelah momentum mudik Lebaran.

“Pasca lebaran, kuatkan tali silaturahmi, tingkatkan wilayahnya, penjagaannya, karena kita harus menjaga Surabaya dari urbanisasi,” ujar Wali Kota Eri dalam kegiatan halalbihalal di Balai Kota Surabaya, Rabu (25/3/2026).

Selain itu, ia juga meminta peran aktif RT/RW untuk memastikan setiap pendatang yang masuk ke Surabaya memiliki identitas yang jelas serta tujuan yang pasti, termasuk pekerjaan. Menurutnya, pendataan ini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas sosial dan tertib administrasi kependudukan.

Example 300x600

“Maka saya mohon kepada RT/RW, kalau ada yang masuk ke dalam Kota Surabaya, tolong dilihat, dipastikan, dia memiliki pekerjaan atau tidak, dan dipastikan bahwa KTP-nya harus lapor,” ujarnya.

READ  Awas! Batas Aman Cicilan Tidak Boleh Lebih 30% Penghasilan?

Karenanya, Wali Kota Eri kembali menekankan bahwa setiap pendatang, termasuk mereka yang tinggal di rumah indekos wajib melapor. Pendataan tersebut harus diperkuat oleh RT/RW agar mobilitas penduduk tetap terkontrol.

“Karena kan kalau kos tidak memiliki KTP Surabaya, tapi melaporkan dirinya. Dan ini harus dikuatkan oleh RT/RW, agar Surabaya tidak penuh dengan urbanisasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Eri juga mengajak masyarakat memaknai bulan Syawal sebagai momentum memperkuat nilai-nilai yang telah dilatih selama Ramadan, tidak hanya sebatas ucapan, tetapi juga dalam tindakan sehari-hari.

READ  Unika Bajul Ijo U15 Siap Hadapi Laga Perdana BLiSPI di Malang

“Jadi di bulan Syawal ini, kita punya semangat untuk saling memaafkan. Saling memaafkan tidak hanya di dalam lisan saja, tapi dalam setiap tingkah dan perbuatan,” pesannya.

Ia menuturkan bahwa ibadah puasa selama Ramadan sejatinya melatih pengendalian diri, menjaga lisan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus diterapkan setelah Ramadan berakhir.

“Maka setelah bulan Ramadan, masuk di Syawal ini, mari kita punya semangat yang berlipat untuk menjalankan apa yang sudah kita latih di Ramadan untuk kita jalankan di bulan Syawal ini,” pungkasnya. (*)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page