banner
banner

The Front Liner Ungkap Peran Vital Garis Depan Perusahaan

Launching Buku Karya Prof Yusak

Logo Klik9 eraser
The Front Liner
Mohamad Yusak Anshori, memperlihatkan buku The Front Liner, Rabu (19/8/2026) di PrimeBiz, Surabaya. (KS/FEBRI)
banner

Klik9.co.id – General Manager (GM) Hotel PrimeBiz sekaligus Wakil Rektor II Unusa, Mohamad Yusak Anshori, meluncurkan buku “The Front Liner: Membangun Reputasi melalui Front Liner” terbitan Deepublish, Rabu (19/8/2026) di Surabaya.

Dalam buku The Front Liner tersebut, Prof Yusak menyoroti posisi garis depan, seperti resepsionis, satpam, dan teller yang menurutnya masih sering dianggap sekadar pelaksana operasional.

Padahal, menurutnya, yang sudah berkecimpung dalam dunia hospitally selama 32 tahun, posisi tersebut berperan besar membentuk citra perusahaan di mata pelanggan.

Example 300x600

“Bagi pelanggan, front liner bukan sekadar bekerja untuk perusahaan. Saat berhadapan dengan pelanggan, dialah citra perusahaan,” ujarnya.

READ  Persebaya Lebih Awal Umumkan Skuad Lengkapnya

Maka, dia memperkenalkan konsep The Reputation Transfer Principle, yakni pengalaman pelanggan terhadap front liner dapat berubah menjadi penilaian terhadap organisasi secara keseluruhan.

“Brand dibangun perusahaan, tapi brand itu dialami pelanggan lewat manusia,” katanya.

Masih Yusak, bahwa pelayanan yang baik tidak cukup hanya mengandalkan SOP senyum dan sapa, tetapi juga memerlukan karakter dan kepekaan yang konsisten diterapkan.

Ia turut menanggapi penggunaan kecerdasan buatan (AI) di sektor layanan, termasuk call center. “AI memang sudah jadi keniscayaan dan efisien dari sisi biaya, tetapi alurnya perlu diperpendek agar tidak membuat pelanggan jengkel. Hasilnya tetap harus ditata ulang, apakah sesuai atau enggak,” tuturnya.

READ  Rakor KONI Surabaya Bersama Cabor Berjalan Lancar

Sementara itu, Intan, salah satu front liner hotel di lokasi, sebagai resepsionis yang telah bertugas sembilan bulan, menyambut baik terbitnya buku tersebut.

Ia berharap buku ini dapat menambah wawasannya, khususnya terkait solusi atas komplain tamu yang selama ini belum ia temukan jawabannya. “Semoga pas saya baca buku ini ada solusi juga terkait komplain yang belum pernah saya pecahkan,” katanya.

Terkait penerapan SOP yang menurutnya di lapangan tidak selalu berjalan lancar, dia menilai SOP tetap diperlukan sebagai acuan kerja. Namun, ia menyebut keramahan terhadap tamu pada akhirnya bergantung pada kesadaran masing-masing individu.

READ  Pastel Lumer Dapur Cinta Lezat Makin Dekat Pelanggan Setia

“Sebagai front liner, kita dituntut buat selalu ramah ke tamu,” pungkasnya. (*/Mg4/Febri)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page