SURABAYA, Klik9.co.id – Gelaran ajang bergengsi Liga Hanging Surabaya (LHS) putaran ke-8 resmi dilaksanakan dengan penuh antusias. Mengusung konsep baru yang berbeda dari biasanya, ajang kali ini diselenggarakan di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Jambangan, Surabaya, Minggu (18/10/2026) pagi.
Ketua Pelaksana yang juga mewakili Grup Sawunggaling, Prof Suyono, menyampaikan bahwa pelaksanaan ajang kali ini merupakan kolaborasi strategis antara komunitas pecinta burung perkutut dengan pengelola SWK Jambangan.
“Biasanya kegiatan kami laksanakan di area kampus. Namun kali ini, kami mencoba keluar dan bekerja sama dengan SWK Jambangan di bawah naungan Pengda P3SI Surabaya dan panitia LHS. Tujuannya tidak hanya untuk promosi serta melestarikan seni suara burung perkutut, tetapi juga untuk menggairahkan roda perekonomian para pelaku UMKM kuliner di SWK ini,” ujarnya.
Salah satu bentuk support untuk UMKM tersebut, panitia menyediakan voucher makan minum bagi seluruh panitia dan peserta. Nantinya digunakan membeli di SWK, baru di akhir acara oleh pemilik stand diuangkan ke panitia.
Langkah ini mendapat sambutan hangat dari Pengelola SWK Jambangan sekaligus Pengawas SWK se-Surabaya, Bu Tata, yang turut memandu dan memfasilitasi berbagai keperluan perizinan serta teknis penyelenggaraan.
Diikuti 146 Peserta dan Bertabur Doorprize
Pada putaran ke-8 ini, tercatat sebanyak 146 ekor burung perkutut berlaga. Panitia menyediakan gantangan sebanyak tiga blok sistem hanging.
“Kapasitas tiga blok ini disesuaikan secara terukur agar kompetisi berjalan optimal dan nyaman bagi para peserta maupun pengunjung,” tambah Prof Suyono.
Selain itu, pihak panitia menegaskan bahwa gelaran Liga Hanging Surabaya ini murni ajang prestasi, silaturahmi, dan edukasi. Sesuai dengan arahan serta peringatan dari pihak berwajib, kompetisi ini sama sekali tidak menyediakan hadiah berupa uang tunai guna menghindari unsur taruhan atau perjudian.
Pemenang murni mendapatkan piala/piagam kejuaraan serta peningkatan prestige bagi bird farm (peternakan) mereka. Meski demikian, acara tetap berlangsung meriah dengan adanya berbagai perlengkapan doorprize menarik berupa sembako, jam tangan, hingga jamu herbal dari para sponsor dan Kungmania (pecinta perkutut).
Prof Suyono juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendukung dan sponsor utama, seperti Mas Tatag Triwibowo (pemilik Auto Unika Mekanik) yang senantiasa konsisten memberikan dukungan penuh pada setiap gelaran.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ajang Liga Hanging Surabaya dapat terus menjadi wadah positif bagi para pecinta burung perkutut sekaligus memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. (Harun)





























