SURABAYA (KS) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa melalui Pelabuhan Tanjung Perak kembali menerima kunjungan kapal pesiar internasional, MS Viking Venus, pada Rabu (4/11/2026). Kapal berbendera Norwegia tersebut sandar di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) pada pukul 07.30 WIB dengan membawa 865 wisatawan mancanegara (wisman) dan 462 kru kapal.
Sebelum tiba di Surabaya, Kapal Pesiar Viking Venus yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang ini disambut meriah dengan pertunjukan kesenian tradisional Reog Ponorogo di Terminal GSN. Setelah menghabiskan waktu mengunjungi berbagai destinasi wisata di Surabaya dan sekitarnya, kapal melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Benoa, Bali, pada hari yang sama pukul 14.00 WIB.
Dampak Positif Ekonomi dan Pariwisata
Branch Manager Kalimas Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, menyampaikan bahwa kunjungan kapal pesiar internasional ini memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal.
“Kehadiran wisatawan mancanegara dapat menggerakkan berbagai sektor, mulai dari transportasi, kuliner, jasa pariwisata hingga produk UMKM lokal. Ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya serta destinasi wisata Jawa Timur kepada masyarakat internasional,” ujar Ana.
Ia menambahkan, Pelindo berkomitmen penuh menjaga kelancaran pelayanan melalui koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan guna memberikan kesan positif bagi para turis dunia.
Tren Kunjungan Kapal Pesiar 2026
Sepanjang tahun 2026, Pelabuhan Tanjung Perak mencatat agenda yang cukup padat untuk sektor parmaritim:
- Total Kunjungan: 23 kapal pesiar dijadwalkan singgah dari berbagai rute Asia dan Eropa.
- Potensi Wisatawan: Kapasitas total daya angkut mencapai lebih dari 6.000 penumpang.
- Jadwal November 2026: Selain MS Viking Venus (4 November), Terminal GSN bersiap menyambut Kapal Pesiar Azamara Pursuit pada 18 November 2026 dan Viking Orion pada 23 November 2026.
Melalui optimalisasi fasilitas terminal dan sinergi berkelanjutan, Pelindo memandang tren positif ini sebagai peluang besar untuk memperkuat konektivitas maritim, sekaligus menegaskan posisi Pelabuhan Tanjung Perak sebagai gerbang utama pariwisata dan penggerak ekonomi Jawa Timur. (*/red)

























