banner
banner

Serunya Street Soccer Anak Rusun di Ultah deRossi

Street Soccer
Anak-anak perempuan rusun antusias bermain street soccer, Rabu (12/8/2020) sore. (Foto: KS/Harun)
banner

Klik9.co.id – Ditiadakannya tradisi lomba Agustusan dalam rangka merayakan HUT RI setiap tanggal 17 Agustus akibat pandemi Covid-19 membuat banyak anak-anak kecewa. Apalagi sudah berbulan-bulan mereka tidak masuk sekolah secara normal.

Selanjutnya untuk memompa semangat beraktivitas anak-anak penghuni Rusunawa Gunung Anyar (Mangrove), maka diadakan lomba street soccer kategori putra dan putri hanya sehari, Rabu (12/8/2020) sore.

Example 300x600

Kegiatan spontan itu, selain untuk memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI, juga sebagai wujud syukur menyemarakan hari ulang tahun ke-14 Muhammad Kahfirossi atau Kahfi deRossi.

Rangkaian lomba diawali dengan makan nasi kuning, kemudian lomba makan kerupuk, baru ditutup dengan pertandingan street soccer putra dan putri.

READ  PWI Jatim Kembali Gelar Donor Darah Rangkaian HPN 2026

Untuk kelompok putri, tim Devi Ahmad di final unggul 1-0 dan keluar sebagai juara. Sedangkan kategori putra, pemain yang ikut Diklat Sepak Bola Dispora Kota Surabaya Kahfi deRossi berhasil mengalahkan tim kakaknya sendiri, Kafila deSimic dengan skor 4-2.

Melawan tim kakaknya yang lebih berpengalaman, deRossi dkk tertinggal 1-2 di babak pertama. Namun, dengan tekat kuat, berhasil bangkit dan mengunci gelar juara juara.

Meski bertanding street soccer di atas permukaan batako, hal itu tidak menyurutkan semangat anak-anak dalam bertanding. Apalagi mereka memang tidak memiliki fasilitas olahraga yang memadai di rusun.

Diketahui, di wilayah Kecamatan Gunung Anyar memang belum ada fasum lapangan futsal apalagi sepak bola. Meski Surabaya yang disebut-sebut Ibukota sepak bola, yang sebentar lagi menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, jadi seharusnya mempunyai lapangan sepak bola di setiap wilayah kecamatan.

READ  JarNas Anti-TPPO: 224 Kasus Perdagangan Orang Tercatat di 2025

“Kami senang bisa main futsal (street soccer,red), meski lapangan berbahaya. Sebab, anak-anak di rusun sudah terbiasa berlarian naik turun tangga. Makanya fisik mereka kuat dengan sendirinya,” ujar deRossi.

Mewakili rekan-rekannya, ia berharap ada perhatian dari pemkot soal nasib anak-anak rusun. “Di sini, terpencil dari perkotaan, tidak ada jaringan internet, jadi kalau sekolah online kesusahan, kami juga ingin olahraga, agar sehat dan jauh dari Covid-19,” tandasnya. (han)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page