SURABAYA (KS) – Tim sepak bola PSG Unika U11 kembali meraih kemenangan pada lanjutan super fun games Surabaya Legend Soccer (SLS) di Stadion Gelora 10 Nopember (G10N) Tambaksari, Kamis (25/6/2026) sore 15.00 WIB. Kali ini mengalahkan dengan skor 3-1 (1-0) D-One FC.
Meski bermain di kelompok umur (KU) 11 tahun, namun PSG Unika juga diperkuat sejumlah pemain berusia kurang dari 9 tahun.
Pada kesempatan itu, gol pertama berhasil diciptakan oleh Enzo yang menerima umpan terukur dari Alif di 15 menit babak pertama. Ini memecah kebuntuan setelah sejumlah peluang emas tercecer.
Di sela-sela itu, rotasi pemain terus dilakukan oleh coach Romadhon. Karena PSG Unika mengisi 19 dari 20 kuota daftar susunan pemain (DSP). Makanya pelatih putar otak menjaga kedalaman skuat, sekaligus keunggulan skor.
Lanjut di babak kedua, Lava Pijar, julukan PSG berhasil memperlebar jarak, lewat kaki Marvel dan Alif. Dan SSB asal Gununganyar ini baru kebobolan 5 menit jelang bubaran, sesaat setelah melakukan rotasi di sektor penjaga gawang.
Dengan kemenangan tersebut, menjaga asa positif kedua untuk tim U11, karena pada match pertama lalu, juga unggul 4-0 atas PS Satria Muda di depan pembina Tatag Triwibowo lalu.
Sedangkan untuk tim U12, mulai menjaga progres. Mulai kalah 0-7 lawan ASM Putra, dan kalah 0-3 dari Dwikora PA, dan bermain imbang 0-0 kontra Aston Villa. Dan peningkatan grafik ini akan diuji oleh SSB Mulyorejo pada game selanjutnya, Kamis (2/7) lusa.
“Kami bersyukur untuk tim U11 sejauh ini diberikan kemenangan dua kali. Dan banyak yang masih kurang umur 9 tahun. Jadi butuh kejelian melakukan rotasi, karena regulasi wajib main semua,” ujar Romadhon.
Pria yang juga pelatih Sasana Bhakti pada Liga Persebaya U16 ini, mengaku untuk menjaga keseimbangan, dengan membagi dua kelompok, di mana dalam satu tim ada pemain yang sudah matang.
“Kalau yang sudah mampu semua main dalam satu tim. Khawatir tidak seimbang begitu terjadi pergantian pemain,” imbuhnya.
Sebagai pelatih yang berpengalaman termasuk pernah menjadi bagian staf taktikal Persebaya U15 lalu, sentuhan coach Romadhon memang sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan individu maupun bermain kelompok para pemain PSG Unika. (*)





















