SURABAYA — Pembinaan sepak bola usia dini dan muda di Kota Surabaya terus menunjukkan progres positif. Tim Sepak Bola Putri Surabaya Legend, yang berada di bawah naungan pembinaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, terus menunjukkan taringnya di berbagai ajang kompetisi.
Terbaru, tim Putri Surabaya Legend berhasil menyabet gelar juara di ajang Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Jawa Timur untuk kelompok umur 14 tahun (U-14). Capaian ini menjadi bukti keberhasilan sistem pembinaan berjenjang yang telah berjalan konsisten selama kurang lebih enam tahun terakhir sejak masa kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini (semasa Kabid Edi Santoso).
Perwakilan Manajemen Surabaya Legend, Sabilillah, menjelaskan bahwa pembentukan dan pembinaan pemain di diklat Disbudporapar difokuskan pada kelompok usia 12, 13, hingga 14 tahun. Proses penjaringan pemain dilakukan secara transparan melalui jalur rekomendasi dari pelatih-pelatih klub sepak bola lokal yang ada di Surabaya.
“Sistem ini bukan sekadar seleksi biasa, tetapi rekomendasi langsung dari para pelatih klub di Surabaya. Dengan begitu, setiap klub merasa memiliki dan terlibat dalam pembinaan. Hal ini juga sesuai dengan arahan Pak Wali Kota (Eri Cahyadi), agar kita benar-benar membina dan memberdayakan anak-anak ber-KTP Surabaya,” ujarnya, Jumat (30/10/2026) di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari.
Ditangani Para Legenda Sepak Bola Surabaya
Keseriusan pembinaan ini juga terlihat dari jajaran tim pelatih dan pembina yang dilibatkan. Pembinaan di bawah wadah Diklat Disbudporapar dan Surabaya Legend ditangani langsung oleh mantan-mantan pemain legendaris Persebaya, Niac Mitra, dan Assyabaab, di antaranya Yusuf Ekodono, Jatmiko, Anang Ma’ruf, Gajah Bachtiar, Usnadi, Seger Soetrisno, Musafak, hingga Ibnu Grahan.
“Kami bersatu membentuk komunitas Surabaya Legend untuk merangkul dan mengembangkan potensi anak-anak Surabaya. Tempat latihan kami rutin digelar setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat sore di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, serta Karanggayam, kalau nanti sudah siap digunakan,” tambahnya.
Target Nasional dan Wadah Kompetisi Rutin
Setelah sukses menjuarai GSI Jawa Timur tingkat U-14, Tim Putri Surabaya Legend kini tengah bersiap menghadapi kompetisi lanjutan tingkat nasional serta mempersiapkan skuad U-12 untuk berlaga di kejuaraan nasional Milklife di Kudus, Jawa Tengah.
Kemudian untuk menjawab kekhawatiran minimnya kompetisi sepak bola putri, Surabaya Legend juga menegaskan telah menyiapkan wadah kompetisi berkala. Melalui ajang Surabaya Legend Soccer (SLS) Piala Wali Kota, Piala Kemerdekaan, hingga Piala Pahlawan, sehingga anak-anak hasil pembinaan dipastikan mendapatkan jam terbang dan atmosfer pertandingan yang kompetitif.
Pembinaan berjenjang ini terbukti telah melahirkan nama-nama besar di kancah sepak bola nasional yang lahir dari program pembinaan Diklat Sepak Bola Kota Surabaya, seperti Marselino Ferdinan dan Rizky Ridho.
“Kami optimis sepak bola putri Surabaya akan terus berkembang dan mampu membawa nama harum Surabaya di tingkat nasional,” tutup Sabilillah. (har)





























