MERAUKE (KS) – Ketua Komunitas Wartawan Daerah (KWD) Papua Selatan, Jamal Y Bwariat, mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Papua Selatan untuk lebih bijak dalam menerima, menyaring, dan membagikan informasi yang beredar di media sosial.
Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta informasi provokatif yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurut Jamal, perkembangan teknologi informasi telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai informasi. Namun, di sisi lain, media sosial juga kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita bohong maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Setiap informasi yang kita terima jangan langsung dipercaya dan disebarluaskan. Pastikan terlebih dahulu sumbernya, cek kebenarannya melalui media yang kredibel atau instansi resmi. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran informasi yang menyesatkan,” ujar Jamal, Senin (6/7/2026) di Merauke.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Salah satu bentuk partisipasi nyata adalah menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dengan mengedepankan etika, menghormati perbedaan, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi.
Jamal juga mengimbau masyarakat untuk mengedepankan semangat persatuan, toleransi, dan saling menghargai dalam setiap aktivitas di ruang digital. Menurutnya, Papua Selatan merupakan daerah yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang budaya, suku, dan agama yang beragam sehingga persatuan harus terus dijaga.
“Media sosial seharusnya menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, berbagi informasi yang bermanfaat, dan membangun optimisme, bukan menjadi ruang untuk menyebarkan kebencian atau memecah belah persatuan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh narasi provokatif yang sengaja dirancang untuk menciptakan keresahan. Apabila menemukan informasi yang diragukan kebenarannya, masyarakat diharapkan tidak langsung menyebarkannya, melainkan melakukan verifikasi terlebih dahulu atau melaporkannya kepada pihak yang berwenang.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga Papua Selatan tetap aman, damai, dan kondusif. Mari menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab agar kamtibmas tetap terpelihara demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Jamal. (*)





















