banner
banner

Menang Lagi, Unika Bajul Ijo U15 Ungguli ESS Indonesia Muda

Unggul Agregat 5-3 Tregginas di Babak Ketiga

Logo Klik9 Orisinil Ikon
Unika Bajul Ijo
Gelandang bertahan Unika Bajul Ijo U15, Kahfi deRossi berjibaku memenangkan lini tengah di Lapangan Pusaka Karangan, Surabaya, Sabtu (10/4/2021) pagi. (KS/Harun)
banner

SURABAYA, Klik9.co.id – Pertandingan persahabatan antara tuan rumah Elite Soccer School (ESS) Indonesia Muda (IM) menjamu Unika Bajul Ijo U15 berlangsung sengit di Lapangan Pusaka Karangan, Wiyung, Surabaya, Sabtu (10/4/2021) pagi.

Semula akan dilangsungkan pertandingan segitiga. Namun, Polda Jatim, lawan Unika Bajul Ijo lainnya, tidak hadir tanpa keterangan yang jelas. Sehingga, diputuskan berlangsung 4×25 menit.

Diketahui, ESS IM merupakan versi akademi klub/SSB dari Indonesia Muda yang baru-baru ini diresmikan, di mana juga dihadiri ketua Askot PSSI Surabaya dan beberapa pengurus lainnya. Selain itu, IM juga dikenal sebagai salah satu klub pemasok terbesar penggawa Persebaya Surabaya.

Example 300x600

Dengan segudang predikat tersebut, tentunya, bagi lawan, tidak kalah dengan banyak gol, itu sudah cukup. Sehingga meskipun hanya bertajuk ujicoba, bisa bertanding melawan IM, pastinya menjadi pengalaman tak terlupakan.

Sugesti seperti itu, seakan terbukti saat Unika Bajul Ijo menjalani babak pertama. Pasalnya, tadinya akan bertanding tim usia 13/14 tahun. Tetapi, tim utama Unika di kelompok ini, sedang mengikuti turnamen di Krian, Sidoarjo.

Alhasil, Unika langsung kalah 0-3 di babak pertama. Bukannya, kalah serangan, tetapi tiga gol tuan rumah adalah gol-gol luar biasa, seolah-olah menegaskan kualitas pemain-pemain muda ESS IM.

READ  Street Soccer dan Lomba Makan Kerupuk HUT Kahfi deRossi

Gol pertama melalui sepak pojok yang meluncur deras ke sudut tiang dua, yang tak mampu dijangkau penjaga gawang Unika Bajul Ijo, Kevin.

Meski tak boleh dijadikan alasan, tetapi di babak pertama ini, bisa dikatakan, Unika memakai formasi dan komposisi pemain gado-gado. Sebelas pemain yang ‘terpaksa’ diracik Coach Subadi jadi satu tim dan langsung berjumpa tim legendaris.

Dari pengamatan, seolah hanya ada beberapa pemain aktif, yakni Kahfi deRossi yang dicoba sebagai gelandang bertahan, Rozak gelandang serang, Farel ‘Ramos’ Alfyriansyah bek tengah.

Sebetulnya ada Rafi dan Sena di depan, namun Unika masih kalah, sulit mengembangkan permainan. Karena ada enam pemain lainnya, terbilang baru bergabung, dan kalaupun lama, usia mereka relatif sangat muda. Sehingga sering kalah duel di lapangan tengah.

Hal itu, dimanfaatkan dengan baik oleh ESS IM untuk melepaskan tembakan jarak jauh yang sulit dijangkau Kevin, karena saking tingginya. Menutup babak pertama, Unika harus puas kalah telak.

Memasuki babak kedua, tuan rumah terlihat mengganti semua pemainnya. Sedangkan, Unika hanya memasukkan beberapa tenaga baru. Seperti deRossi yang mengalami kelelahan hebat, selain juga karena cideranya belum sembuh total, diganti Farel Nova.

READ  SD Al Muslim Gelar Peringatan Tahun Baru Islam Secara Virtual

Taktik Coach Subadi dibantu Sutomo, terlihat efektif di babak kedua. ESS IM gagal menambah gol. Sedangkan Unika mampu memperpendek selisih dengan satu gol balasan dari titik putih yang mampu dimaksimalkan Farel Ramos.

Lanjut ke babak ketiga, lagi-lagi ESS IM mengganti seluruh pemain. Tetapi kali ini, tampak seperti pemain U15/U16. Tentu saja, inilah kesempatan Unika untuk menurunkan pemain-pemain terbaik U15 nya.

Diluar dugaan, kali ini, Unika mampu mendikte permainan, dan mampu menciptakan satu gol luar biasa dari kaki Maulana yang melakukan tendangan jarak jauh yang keras dan terukur.

Memasuki babak pamungkas, Unika semakin merajalela dan menguasai semua lini. Tercipta tiga gol-gol tambahan yang luar biasa, yang pertama, dari penyerang Rafi yang menerima umpan, dan berhasil melewati beberapa pemain, termasuk penjaga gawang ESS IM.

Kedua, M ‘Sukro’ Hidayatullah, dengan gol khasnya, menerima umpan terobosan, lari sekencang-kencangnya, dan shot on goal. Dan terakhir, gol penutup dari Sena melalui sundulan memanfaatkan bola rebound.

“Kami pikir, kami akan pulang dengan kalah banyak gol kalau melihat hasil di babak pertama, ternyata teman-teman bermain luar biasa,” terang Kahfi deRossi.

READ  Menang 2-0, Debut Manis Unika Bajul Ijo di Jimbaran Cup U14

Berarti, lanjut deRossi, waktu di babak pertama tadi memang rekan-rekan yang baru bergabung belum nyetel mainnya, sehingga kalah dengan mudah.

“Dan, Alhamdulillah saat semua pemain utama diturunkan pelatih, kami bemain penuh semangat dan meraih kemenangan,” tutur deRossi. (Harun)

banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page