SURABAYA, Klik9.co.id – Istirahat sehari setelah tampil perdana di turnamen Surabaya Rising Championship (SRC) Road to Porprov 2027, tim futsal Unika FS kembali menggelar latihan, Selasa (22/9/2026) malam di GOR AWS Nginden, Surabaya.
Dari 18 pemain Unika FS yang didaftarkan hanya 11 hadir mengikuti latihan. Kabarnya izin sakit dan kegiatan kampus.
Pada sesi latihan kali ini, coach Agie Renata terlihat terus memperkuat kerja sama tim dan finishing. Di mana pada pertandingan pembuka melawan Al Ahly gampang kehilangan bola.
Selain itu juga mencatatkan banyak peluang emas terbuang sia-sia. Karena itu skoring menjadi titik berat latihan tersebut.
Untuk laga selanjutnya menurut jadwal Unika FS bakal bertemu Akademi Futsal Mitra Surabaya (AFMS). Laskar Kalimas duduk di bench tim tamu kickoff jam 13.30 WIB di lapangan indoor GBT, Surabaya.
Latihan berlangsung selama dua jam efektif mulai pukul 18.00 WIB. “Waktu pertandingan kedua cukup mepet hari Jumat,” tutur ofisial tim Indra Wijayanto.
Pasalnya besar kemungkinan bersamaan ujian sekolah. Apalagi lokasi cukup jauh dari pusat kota. Dan berdekatan dengan waktu sholat Jumat.
Sementara Agie Renata sayup-sayup melakukan evaluasi skema anak didiknya, menginstruksikan agar main lebih efektif dan cepat.
“Futsal beda dengan main bola lapangan besar, yang ada space untuk melakukan penetrasi leluasa melewati lawan. Makanya saat temannya menguasai bola, yang lain harus support. Hindari body contact, karena kalah postur jadi harus cepat,” katanya.
Selain itu di futsal, menurutnya juga semua pemain harus bergerak dinamis. “Tidak ada pemain yang menunggu seperti sepak bola, tapi semua harus ikut bergerak, dan berpikir cepat,” timpalnya.
Dalam latihan, terlihat anak-anak juga penuh semangat, berupaya melahap semua materi tim pelatih.
Kendati peluang lolos fase grup hampir pasti tertutup, tapi laga selanjutnya tetap tidak boleh dianggap enteng. Meski di atas kertas akan berhadapan melawan tim kasta kedua Liga Futsal AFK Surabaya.
“Ingat tujuan awal turnamen untuk menjaring pemain tim Porprov Surabaya. Maka saya minta anak-anak tetap tampil fight minimal untuk kebaikan pemain tampil bagus di depan talent scouting,” sergah Indra mewakili manajer tim Wahyu Hidayat. (*)






























